Praya, Nusranews – Pemerintah melalui Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Lombok Tengah dapat dimulai pada tahun ini. Program tersebut diharapkan menjadi solusi strategis dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu, dengan target mulai beroperasi pada tahun 2027.
“Ini terus kami upayakan dan Lombok Tengah salah satu yang kami harapkan sesegera mungkin bisa berdiri gedung permanen Sekolah Rakyat,” kata Gus Ipul kepada awak media saat meninjau proses operasi katarak di Rumah Sakit Mandalika, Jumat (17/04).
Sekolah Rakyat di Lombok Tengah dirancang sebagai institusi pendidikan terpadu yang mampu menampung hingga 1.000 siswa, mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Kehadiran sekolah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan akses pendidikan, tetapi juga memperkuat pembangunan sumber daya manusia di daerah.
Saat ini, pembangunan Sekolah Rakyat di wilayah Nusa Tenggara Barat masih terbatas di beberapa daerah, seperti Bima dan Lombok Utara. Pemerintah pun mendorong percepatan pembangunan di daerah lain agar pemerataan pendidikan dapat segera terwujud.
Di sisi lain, Gus Ipul mengungkapkan bahwa proses pengajuan pembangunan Sekolah Rakyat tidaklah mudah. Persyaratan yang ditetapkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum tergolong ketat, terutama terkait kelayakan lahan dan standar fasilitas. Hal tersebut, menurutnya, penting demi menjamin kenyamanan dan keamanan para siswa.
Secara nasional, program Sekolah Rakyat telah berkembang pesat dengan jumlah pembangunan yang mencapai lebih dari 100 titik. Pemerintah pun menargetkan setiap kabupaten/kota memiliki satu Sekolah Rakyat dalam kurun waktu lima tahun ke depan.
“Seluruh Indonesia itu satu kabupaten/satu satu kota, satu Sekolah Rakyat. Target kami selama lima tahun,” imbuhnya.
Gus Ipul juga mendorong pemerintah daerah untuk aktif mengusulkan lokasi pembangunan Sekolah Rakyat agar proses realisasi dapat berjalan lebih cepat dan merata di seluruh Indonesia.
