Mataram, Nusranews – Kesiapan penyelenggaraan Piala Soeratin 2026 di wilayah Nusa Tenggara Barat mulai menjadi sorotan. Sejumlah kalangan pemerhati sepak bola usia muda mempertanyakan kesiapan penyelenggara, khususnya terkait pelaksanaan kompetisi di tingkat kabupaten/kota yang dinilai masih menyisakan sejumlah pertanyaan dari sisi regulasi maupun kesiapan teknis.
Pelaksanaan Piala Soeratin di tingkat kabupaten/kota disebut perlu mendapatkan kajian lebih mendalam agar tidak menimbulkan persoalan dalam implementasi di lapangan. Sejumlah pihak menilai mekanisme tersebut perlu dipastikan kesesuaiannya dengan aturan dan statuta yang menjadi dasar pelaksanaan kompetisi.
Sorotan juga muncul karena pelaksanaan dengan sistem tingkat kabupaten/kota disebut belum menjadi pola yang diterapkan secara luas di daerah lain. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai dasar pelaksanaan serta urgensi penerapan sistem tersebut di wilayah NTB.
“Perlu ada kajian mendalam agar pelaksanaan kompetisi tidak menimbulkan kebingungan di lapangan. Kompetisi pembinaan usia muda membutuhkan kepastian regulasi, sistem yang jelas, dan kesiapan penyelenggaraan yang matang,” ujar salah satu pemerhati sepak bola usia muda.
Di sisi lain, jadwal agenda olahraga daerah juga menjadi perhatian. Adanya pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) serta agenda persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) dinilai berpotensi mempengaruhi dukungan terhadap penyelenggaraan kompetisi di tingkat kabupaten/kota.
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran terkait kesiapan dukungan di daerah, baik dari sisi fasilitas, pendanaan, maupun dukungan penyelenggaraan di masing-masing wilayah kabupaten/kota.
Situasi ini kemudian memunculkan pertanyaan publik terhadap kesiapan ASPROV PSSI NTB dalam memastikan pelaksanaan kompetisi berjalan sesuai regulasi, efektif, serta tidak menimbulkan persoalan baru di tengah proses pembinaan sepak bola usia muda.
Sejumlah pihak pun berharap evaluasi dan kajian menyeluruh dapat dilakukan sebelum kompetisi bergulir, sehingga Piala Soeratin tidak hanya berjalan sebagai agenda tahunan, tetapi juga mampu menjaga prinsip pembinaan, sportivitas, serta kepastian aturan bagi seluruh peserta.
