SBY Apresiasi Stabilitas Rupiah dan IHSG, Minta Pemerintah Perkuat Langkah Pemulihan Ekonomi

Jakarta, Nusranews – Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menilai pemerintah berhasil menghentikan tren pelemahan nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sebelumnya terjadi secara beruntun. Menurutnya, capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi kondisi perekonomian nasional.

“Pemerintah berhasil menghentikan proses pelemahan Rupiah dan IHSG yang terjadi secara sistematis (berturut-turut) dalam jumlah yang besar. Itulah sebabnya kebijakan yang dijalankan oleh Bank Indonesia, tentunya bersinergi dengan pemerintah, menjadi salah satu faktor positif dalam menghentikan rontoknya Rupiah dan IHSG,” ujar SBY melalui akun X @SBYudhoyono, dikutip Kamis (11/06).

SBY berharap pemerintah terus melanjutkan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas ekonomi, termasuk memperbaiki kondisi fiskal negara dan mengendalikan utang pemerintah.

“Ke depan, hari-hari mendatang, kita berharap pemerintah terus melakukan langkah-langkah stabilisasi ekonomi. Menyehatkan APBN kita. Membatasi dan mengendalikan jumlah utang pemerintah,” ujarnya.

Selain itu, SBY mengingatkan pentingnya menjaga daya beli masyarakat dengan mencegah kenaikan harga barang dan jasa yang berpotensi menambah beban hidup rakyat. Ia juga menilai pemerintah perlu mengembalikan kepercayaan investor serta meningkatkan komunikasi publik agar kebijakan yang diambil dapat dipahami dengan baik oleh masyarakat dan pelaku pasar.

“Menghentikan berbagai spekulasi dan ketidakpastian. Yang tidak kalah pentingnya, melindungi rakyat kita yang sangat terdampak dengan situasi ekonomi, termasuk dampak dari kenaikan harga BBM,” kata SBY.

Mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu mengaku memiliki pengalaman menghadapi tekanan ekonomi serupa ketika memimpin Indonesia. Karena itu, ia memahami bahwa setiap upaya pemulihan ekonomi memerlukan waktu, konsistensi, dan dukungan dari masyarakat.

“Ingat, in crucial thing, unity. In important thing, dialogue dan diwadahinya keragaman pandangan yang konstruktif. Pikiran yang rasional, kebijakan yang tepat dan aksi-aksi nyata yang serius menjadi sangat penting,” tegasnya.

SBY menekankan bahwa persatuan, dialog yang terbuka, serta kebijakan yang tepat menjadi kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pemulihan yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *