Targetkan Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia 2030

Jakarta — Nusra News Pelatih tim nasional Indonesia, John Herdman, mengungkapkan perjalanan panjang karier kepelatihannya yang telah ia jalani sejak usia sangat muda. Pria asal Inggris tersebut mulai terjun ke dunia kepelatihan saat masih berusia 17 tahun, sebuah awal yang mengantarkannya memiliki pengalaman lebih dari tiga dekade di dunia sepak bola.

Kini berusia 50 tahun, Herdman tercatat telah menjalani peran sebagai pelatih selama kurang lebih 33 tahun. Konsistensi, kerja keras, serta dedikasi tinggi menjadi fondasi utama yang membawanya melanglang buana melatih berbagai tim nasional hingga akhirnya dipercaya menangani skuad Garuda.

Dalam wawancara eksklusif di kanal YouTube resmi timnas Indonesia, Herdman menceritakan bahwa dirinya memperoleh kualifikasi kepelatihan pertama pada usia 18 tahun, sebelum kemudian mengantongi lisensi UEFA saat berumur 20 tahun. Ia pun mengakui memiliki karakter yang cenderung obsesif ketika sudah berkomitmen terhadap suatu tujuan.

“Saya memulai kepelatihan pada usia 17 tahun. Saya mendapatkan kualifikasi pertama di usia 18, lalu lisensi UEFA saat berusia 20 tahun,” ujar Herdman. “Karena itu, ketika saya berkomitmen pada sesuatu, saya akan melakukannya secara total,” tambahnya.

Meski demikian, Herdman menyadari bahwa sifat obsesif tersebut tidak selalu menjadi keunggulan. Menurutnya, karakter itu bisa menjadi pedang bermata dua—sekaligus kekuatan dan kelemahan. Namun ia tetap mensyukuri perjalanan karier yang telah membawanya mengenal berbagai budaya sepak bola di dunia.

“Itu adalah kekuatan sekaligus kelemahan,” kata Herdman. “Komitmen dan gairah dalam pembinaan membawa saya dari Inggris ke Selandia Baru, lalu ke Kanada, dan kini Indonesia. Semua itu memberi saya pengalaman budaya yang sangat berharga.”

Rekam jejak Herdman di level internasional terbilang impresif. Saat menangani tim nasional putri Selandia Baru, ia sukses membawa tim tersebut lolos ke Piala Dunia Putri 2007 dan 2011, serta tampil di Olimpiade 2008. Kesuksesan berlanjut bersama timnas putri Kanada yang meraih medali perunggu Olimpiade pada edisi 2012 dan 2016.

Prestasi tersebut kemudian mengantarkannya dipercaya melatih timnas Kanada putra. Di bawah kepemimpinannya, Kanada berhasil mengamankan tiket ke Piala Dunia 2022, mengakhiri penantian panjang negara tersebut di ajang sepak bola tertinggi dunia.

Kini, bersama timnas Indonesia, Herdman berharap dapat mengulangi pencapaian serupa. Target besar pun telah dipasang, yakni membawa Indonesia lolos ke Piala Dunia 2030.

“Saya merasa sebagai pelatih dan pemimpin, saya mampu membantu tim-tim yang saya tangani—baik di Selandia Baru maupun Kanada—untuk mencapai level berikutnya,” ujar Herdman. “Indonesia sangat menarik karena Anda bisa merasakan dengan jelas bahwa negara ini siap naik ke tingkat yang lebih tinggi.”

Ia pun berharap kehadirannya dapat meninggalkan warisan positif bagi sepak bola nasional. “Semoga warisan saya nanti adalah membantu Indonesia dalam proses menuju level berikutnya,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *