Kunjungi SMKN 1 Kopang, Gubernur NTB Dorong Lulusan SMK Bersertifikasi

Praya, Nusranews Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) menyatakan komitmennya untuk menghapus anggapan bahwa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi salah satu penyumbang angka pengangguran. Hal tersebut disampaikan Gubernur NTB saat melakukan kunjungan kerja ke SMKN 1 Kopang, Kabupaten Lombok Tengah, Rabu (04/03).

Dalam kesempatan tersebut, gubernur menegaskan bahwa salah satu upaya yang dilakukan pemerintah daerah adalah memperkuat kompetensi lulusan melalui sertifikasi keahlian yang diakui secara resmi.

“SMK tidak boleh lagi menjadi penyumbang pengangguran. Salah satu kendala selama ini adalah masalah sertifikasi LSP-P (Lembaga Sertifikasi Profesi). Oleh karena itu, semester ini pemerintah provinsi menyiapkan subsidi untuk sekitar 420 hingga 430 sertifikasi,” ujarnya.

Menurutnya, program tersebut bertujuan agar siswa yang lulus dari SMK tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga dilengkapi dengan sertifikat kompetensi. Sertifikasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan peluang lulusan untuk terserap di dunia kerja, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Pemerintah Provinsi NTB bahkan berencana menjadikan program subsidi sertifikasi tersebut sebagai agenda rutin setiap tahun apabila terbukti memberikan dampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja lulusan SMK.

Selain persoalan sertifikasi, gubernur juga menyoroti ketimpangan perkembangan antara SMK yang berada di wilayah perkotaan dan pedesaan. Menurutnya, sekolah di kota cenderung berkembang lebih cepat karena memiliki jumlah siswa yang lebih banyak, sehingga dana Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP) yang terkumpul juga lebih besar.

Sebaliknya, SMK di wilayah pedesaan seperti Kopang sering menghadapi keterbatasan finansial. Hal ini disebabkan sebagian besar siswanya berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi pada kategori desil 1 dan 2 atau kelompok masyarakat kurang mampu, sehingga tidak mampu membayar BPP secara maksimal.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pemprov NTB tengah menyiapkan skema dukungan pembiayaan melalui Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA).

“Insya Allah kami akan investasi BOSDA untuk daerah-daerah yang siswanya banyak dari kategori ekonomi rendah. Kami ingin level perkembangan SMK di kota dan desa bisa bersaing secara adil,” tegasnya.

Di akhir kunjungannya, gubernur juga memberikan motivasi kepada para siswa agar tetap semangat dalam menempuh pendidikan dan meraih prestasi. Ia menekankan bahwa siswa yang berasal dari wilayah pedesaan tetap memiliki peluang yang sama untuk berkembang seperti halnya siswa yang belajar di kota.

Sementara itu, Kepala SMKN 1 Kopang, Lalu Subhanudin, M.Pd., menjelaskan bahwa pihak sekolah terus melakukan berbagai inovasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menjalin kerja sama dengan Pertamina Pusat melalui program Pertamina Enduro.

“Alhamdulillah, melalui kerja sama dengan Pertamina, kami telah menghadirkan dua pembalap MotoGP untuk memberikan motivasi langsung kepada siswa. Kami juga telah menyepakati kemitraan di mana setiap tahun siswa kami akan mendapatkan pelatihan langsung dari mekanik nasional di Jakarta,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa kerja sama tersebut tidak hanya berbentuk program pelatihan, tetapi juga akan diwujudkan melalui pembangunan fasilitas praktik berupa bengkel bersama yang mengusung branding SMK dan Pertamina Enduro.

Fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi laboratorium praktik bagi para siswa dari tujuh jurusan yang ada di SMKN 1 Kopang, mulai dari Teknologi Kendaraan Ringan hingga Desain Komunikasi Visual.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *