Praya, Nusranews – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), memastikan status darurat bencana masih berlaku hingga Maret 2026. Masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi pada akhir Februari 2026.
Kepala BPBD Lombok Tengah, Ridwan Maruf, menyampaikan bahwa penetapan status darurat telah diberlakukan sejak November 2025 dan masih berlanjut.
“Lombok Tengah masih tetap status darurat bencana mulai November 2025 hingga Maret 2026,” kata Ridwan Maruf di Lombok Tengah, Selasa, 24 Februari 2026, melansir Antara.
Ia menjelaskan bahwa pada awalnya kondisi cuaca relatif normal. Namun, memasuki akhir Februari 2026, hujan yang disertai angin kencang kembali terjadi berdasarkan prakiraan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
“Hujan saat ini masih terjadi pada akhir Februari 2026,” katanya.
Karena itu, BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap siaga terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.
“Kami imbau masyarakat tetap waspada saat terjadi hujan lebat yang disertai angin kencang,” katanya.
Sebelumnya, BMKG melaporkan bahwa penguatan Monsun Asia berpotensi meningkatkan intensitas curah hujan di wilayah NTB dalam beberapa hari ke depan.
Ketua Kelompok Kerja Observasi, Data, dan Informasi Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid BMKG NTB, Ari Wibianto, menjelaskan bahwa penguatan Monsun Asia membawa angin baratan yang cukup kuat sehingga mempercepat pembentukan awan konvektif, terutama di wilayah barat dan selatan Indonesia. Kondisi tersebut berkontribusi pada peningkatan intensitas serta sebaran hujan di NTB.
Selain itu, dinamika atmosfer juga dipengaruhi oleh aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) yang masih aktif dan diperkirakan terus memengaruhi kondisi cuaca dalam beberapa hari mendatang. Kombinasi faktor tersebut, ditambah kelembapan udara yang tinggi dan meningkatnya labilitas atmosfer, mendukung terjadinya hujan lebat baik dalam skala lokal maupun luas.
“Peningkatan cuaca (ekstrem) di wilayah NTB masih berpotensi hingga tiga hari ke depan,” ujar Ari.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca resmi dari BMKG serta mengikuti arahan pemerintah daerah guna meminimalkan risiko bencana.
