Jakarta, Nusranews — Peringatan Hari Lahir (Harlah) Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) kembali diselenggarakan. Dalam momentum tersebut, sejumlah tokoh nasional menegaskan peran penting NU dalam menjaga persatuan bangsa, membangun peradaban, serta mengawal perjalanan Indonesia sejak masa kemerdekaan hingga saat ini.
Peringatan Harlah Satu Abad NU berdasarkan penanggalan Masehi digelar di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (31/01), dengan mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia.” Sebelumnya, NU telah memperingati satu abad kelahirannya pada 8 Februari 2023 dengan tema “Mendigdayakan Nahdlatul Ulama, Menjemput Abad Kedua Menuju Kebangkitan Baru.”
Dalam peringatan kali ini, para tokoh nasional menyampaikan pandangan mereka terkait posisi strategis NU di tengah dinamika dan tantangan zaman.
Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, menegaskan bahwa NU memiliki kontribusi besar dalam menjaga dan menyelamatkan bangsa Indonesia, baik pada masa perjuangan kemerdekaan maupun setelahnya. Ia bahkan menyebut bangsa Indonesia memiliki utang sejarah kepada NU.
“Karena itulah bangsa ini berutang kepada NU,” ujar Muzani.
Ia menambahkan, NU senantiasa hadir di tengah masyarakat, termasuk saat bangsa menghadapi berbagai musibah dan bencana.
Menurut Muzani, para kiai NU berperan penting dalam menenangkan umat dengan memberikan pemahaman bahwa bencana merupakan bagian dari ujian kehidupan yang harus dihadapi dengan kesabaran dan keimanan.
“Kiai-kiai menyampaikan kepada umat bahwa bencana adalah ujian dari Allah dan bagian dari kekuatan yang harus kita jalani,” katanya.
Dengan pendekatan tersebut, lanjut Muzani, masyarakat menjadi lebih tenang dan mampu menerima musibah sebagai bagian dari perjalanan hidup.
Selain itu, Muzani juga menyoroti peran doa para kiai NU yang terus dipanjatkan demi keselamatan bangsa dan negara. Doa-doa tersebut disampaikan melalui berbagai tradisi keagamaan seperti istighosah, yasinan, tahlilan, zikir, dan salawatan.
“Semua doa itu dipanjatkan demi keselamatan bangsa dan negara,” tutup Muzani.
