IHSG Terus Melemah, Menkeu Imbau Investor Tidak Panik dan Hindari Saham Gorengan

Jakarta, Nusranews – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih mengalami tekanan dan terus bergerak melemah dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut memicu kepanikan di kalangan investor, yang berdampak pada aksi jual saham secara masif.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengimbau investor agar tetap tenang dan tidak terburu-buru mengambil keputusan investasi. Ia menilai kepanikan justru berpotensi memperbesar kerugian di tengah kondisi pasar yang bergejolak.

Purbaya menyarankan investor untuk mengalihkan portofolio ke saham-saham berkapitalisasi besar atau blue chip yang memiliki fundamental kuat. Saham jenis ini dinilai lebih stabil dan relatif aman di tengah pelemahan IHSG. Di pasar modal Indonesia, saham blue chip umumnya tergabung dalam indeks LQ45.

“Perusahaan-perusahaan besar masih ada. Saham-saham blue chip kenaikannya juga belum terlalu tinggi. Kalau investor merasa khawatir, sebaiknya beralih ke sana,” ujar Purbaya saat ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (28/1/2026).

Selain itu, ia mengingatkan investor untuk tidak memilih saham-saham gorengan yang memiliki fundamental lemah dan pergerakan harga tidak wajar. Menurutnya, saham jenis tersebut sangat rentan mengalami penurunan tajam di tengah kondisi pasar yang sedang tertekan.

“Yang jatuh di bursa itu umumnya saham-saham gorengan,” kata Purbaya.

Ia juga menilai anjloknya IHSG dalam sepekan terakhir tidak terlepas dari keberadaan saham gorengan yang masuk dalam indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI). Kondisi tersebut, kata dia, memicu kecurigaan pengelola indeks global terhadap kualitas dan transparansi data pasar modal Indonesia.

“MSCI melihat ada saham yang seharusnya tidak layak masuk indeks. Karena dicurigai sebagai saham gorengan, mereka kemudian meminta transparansi lebih dalam perhitungan dan data pasar,” jelasnya.

Purbaya menegaskan bahwa praktik saham gorengan telah lama menjadi perhatiannya. Ia kembali mengingatkan pentingnya pembenahan pasar modal agar lebih sehat dan kredibel.

“Saya sudah mengingatkan sejak lama, bursa harus dibersihkan dari saham-saham gorengan,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *