Bupati Pathul: Anggaran Besar Dikorbankan untuk Jaminan Kesehatan Warga Loteng

Praya, Nusranews – Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) saat ini telah berstatus Universal Health Coverage (UHC) dengan cakupan hampir menyentuh 100 persen penduduk. Meski demikian, mempertahankan status tersebut membutuhkan komitmen anggaran yang tidak kecil, yakni sekitar Rp150 miliar per tahun.Hal itu disampaikan Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri, S.I.P., M.A.P., kepada awak media usai meresmikan bangunan Puskesmas Pengadang, Kamis (22/1/2026).“Cukup berat memang. Tetapi itu semua sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah untuk memberikan layanan kesehatan yang layak bagi masyarakat di daerah ini,” ujar Pathul.Ia mengakui, program UHC merupakan salah satu program strategis yang cukup besar menyerap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Oleh karena itu, pemerintah daerah harus melakukan berbagai langkah penyesuaian untuk memastikan keberlanjutan pembiayaan jaminan kesehatan masyarakat.Salah satu kebijakan yang diambil adalah rasionalisasi Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) bagi pejabat dan pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah. Menurut Pathul, kebijakan tersebut sempat memunculkan polemik di internal pemerintahan karena TKD selama ini menjadi salah satu komponen penting penghasilan aparatur.“Kebijakan itu memang tidak mudah karena banyak pejabat yang bergantung pada TKD. Tapi mau tidak mau harus dilakukan demi kepentingan masyarakat luas, terutama untuk menjamin akses layanan kesehatan,” tegasnya.Pathul menambahkan, sektor kesehatan menjadi prioritas utama pembangunan daerah selain pendidikan. Karena itu, pemerintah daerah berupaya semaksimal mungkin mengarahkan anggaran untuk mendukung program-program yang berhubungan langsung dengan peningkatan derajat kesehatan masyarakat.“Kesehatan merupakan prioritas pembangunan di Loteng selain pendidikan. Maka semaksimal mungkin anggaran daerah kita arahkan untuk mendukung program-program yang berkaitan dengan kesehatan,” jelasnya.Berdasarkan data BPJS Kesehatan Cabang Selong per 1 Januari 2026, cakupan kepesertaan UHC di Lombok Tengah telah mencapai 98,99 persen atau sebanyak 1.130.601 jiwa. Namun demikian, dari jumlah tersebut, peserta yang berstatus aktif baru mencapai 922.718 jiwa atau sekitar 80,79 persen, sementara sisanya tercatat tidak atau belum aktif.Adapun kepesertaan BPJS Kesehatan di Lombok Tengah berasal dari berbagai sumber pembiayaan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, perusahaan, hingga peserta mandiri.Dengan capaian UHC tersebut, Pathul menegaskan bahwa masyarakat Lombok Tengah kini tidak perlu khawatir dalam mengakses layanan kesehatan.“Dengan status UHC tersebut masyarakat Loteng kini tidak perlu khawatir ketika mau berobat atau mau mendapat layanan kesehatan lainnya. Cukup dengan menunjukkan KTP saja,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *