Skema Non-Tunai Jadi Kunci Aktivasi Koperasi Desa Merah Putih di NTB

Praya, Nusranews — Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, menggagas kolaborasi dengan sektor perbankan untuk menghidupkan kembali Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang telah berbadan hukum namun belum berjalan maksimal.

Upaya tersebut ditandai dengan peluncuran program Pembinaan KDKMP oleh Bank Mandiri yang digelar di Desa Semoyang, Lombok Tengah, Kamis (5/2).

Gubernur menyampaikan bahwa hingga saat ini Pemerintah Provinsi NTB bersama pemerintah kabupaten/kota telah memfasilitasi pembentukan sebanyak 1.166 KDKMP di seluruh wilayah NTB. Sayangnya, sebagian besar koperasi tersebut belum menunjukkan aktivitas usaha yang nyata dan belum mampu berperan sebagai penggerak ekonomi desa.

“Alhamdulillah, 1.166 koperasi sudah terbentuk. Tapi yang benar-benar berjalan mungkin bisa dihitung dengan jari. Jangan sampai gagasan besar Presiden ini berhenti hanya karena kita tidak menemukan cara menjalankannya. Kita ingin mengembalikan kedaulatan ekonomi ke desa,” ujar Gubernur.

Untuk menghindari koperasi kembali stagnan, Gubernur mendorong skema pembiayaan non-tunai melalui kerja sama dengan bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Bank Mandiri menjadi mitra awal dengan menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp25 juta per koperasi sebagai modal awal usaha.

Menariknya, bantuan tersebut tidak disalurkan dalam bentuk uang tunai, melainkan berupa barang atau sarana usaha sesuai dengan sektor yang digeluti koperasi, seperti pupuk dan input pertanian lainnya. Skema ini dirancang agar koperasi langsung dapat menjalankan aktivitas bisnis dan memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Tahun ini saya targetkan 50 koperasi percontohan. Kita inkubasi dari nol. Bantuan jangan berupa uang, tapi kebutuhan usaha. Misalnya koperasi pertanian butuh pupuk, kita bayarkan langsung ke Pupuk Indonesia, lalu koperasi menjualnya ke petani. Terima kasih kepada Bank Mandiri yang berani memulai langkah ini,” tegasnya.

Program percontohan tersebut diharapkan menjadi model penguatan koperasi desa yang berkelanjutan, sekaligus menghidupkan kembali peran koperasi sebagai pilar utama ekonomi kerakyatan.

Acara ini turut dihadiri Regional CEO PT Bank Mandiri Wilayah Bali Nusra Alexander Jonathan Patty, Wakil Bupati Lombok Tengah M. Nursiah, Asisten III Setda NTB Eva Dewiyani, serta Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB Wirawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *