Reformasi 1998 Jadi Dasar Polri Berada Langsung di Bawah Presiden

Jakarta, Nusranews – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa keberadaan Polri di bawah Presiden Republik Indonesia merupakan amanat langsung dari Reformasi 1998. Ia menjelaskan bahwa setelah Reformasi, Polri resmi dipisahkan dari TNI, sehingga memiliki ruang untuk menata kembali doktrin, struktur organisasi, serta meningkatkan akuntabilitas demi mewujudkan konsep kepolisian sipil (civilian police).

Langkah tersebut, lanjut Sigit, sejalan dengan ketentuan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 Pasal 30 ayat 4 yang menegaskan peran Polri sebagai alat negara dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Kemudian ini juga bagian dari mandat reformasi 1998, bahwa penempatan Polri di bawah Presiden,” kata Sigit dalam rapat Komisi III DPR RI, Jakarta, Senin (26/01).

Ia juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi Polri saat ini, mulai dari luasnya wilayah Indonesia hingga jumlah penduduk yang sangat besar. Dengan lebih dari 17.380 pulau yang tersebar di seluruh nusantara, Sigit menilai struktur komando Polri yang langsung berada di bawah Presiden menjadi pilihan yang paling tepat.

“Artinya, dengan posisi seperti ini, maka sangat ideal kalau Polri berada langsung di bawah Presiden. Sehingga di dalam melaksanakan tugasnya, Polri akan lebih maksimal dan lebih fleksibel,” ucap dia.

Lebih lanjut, Kapolri menjelaskan bahwa Polri memiliki doktrin melayani dan melindungi (to serve and protect) yang berlandaskan nilai Tata Tentrem Kerta Raharja. Doktrin tersebut menegaskan bahwa Polri tidak menjalankan pendekatan kekerasan seperti membunuh atau menghancurkan (to kill and destroy).

Selain itu, Sigit menekankan adanya perbedaan mendasar antara tugas TNI dan Polri. Menurutnya, Polri memiliki tanggung jawab utama dalam menjaga keamanan dalam negeri, sementara TNI berfokus pada pertahanan negara.

“Tentulah ini yang membedakan antara TNI dan Polri. Polri bertanggung jawab terhadap keamanan. Dan tentunya dengan kondisi yang ada, posisi Polri tentunya akan sangat ideal apabila tetap seperti saat ini,” ujarnya.

Sumber: kompas.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *