Prabowo Paparkan “Prabowonomics” di Davos, Tekankan MBG hingga Komitmen Perdamaian Dunia

Jakarta, Nusranews – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan sejumlah gagasan strategis saat tampil dalam World Economic Forum (WEF) Annual Meeting di Davos, Swiss, Kamis (22/1). Dalam forum ekonomi global tersebut, Prabowo mendapat giliran keempat untuk berpidato dan memaparkan pendekatan ekonomi yang ia sebut sebagai Prabowonomics.

Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti berbagai kebijakan utama pemerintahannya, mulai dari pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), penertiban pertambangan ilegal, penguatan fondasi ekonomi nasional, hingga peran aktif Indonesia dalam mendorong perdamaian dunia melalui pembentukan Board of Peace (BoP).

Salah satu fokus utama yang disampaikan adalah keberhasilan program MBG. Prabowo mengungkapkan bahwa hingga saat ini program tersebut telah menyalurkan hampir 59,8 juta porsi makanan bergizi kepada lebih dari 59 juta penerima manfaat, termasuk anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan kelompok lanjut usia di seluruh Indonesia.

Ia juga menegaskan bahwa pada dua bulan awal masa pemerintahannya, kabinet melakukan efisiensi anggaran secara ketat. Menurutnya, pemerintah berhasil menghemat sekitar 80 miliar dolar Amerika Serikat dengan menghentikan berbagai program yang dinilai tidak efektif.

“Dana yang dihemat itu kami alihkan ke proyek-proyek yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan rakyat,” ujar Prabowo di hadapan para pemimpin dunia dan pelaku ekonomi global.

Prabowo menambahkan, program Makan Bergizi Gratis secara resmi mulai dijalankan pada 6 Januari 2025 dan menjadi salah satu prioritas nasional untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak usia dini.

Selain isu ekonomi dan kesejahteraan sosial, kehadiran Prabowo di Davos juga menandai langkah diplomatik penting. Presiden Indonesia hadir dalam agenda pengumuman Board of Peace, sebuah inisiatif perdamaian global yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo memastikan bahwa Indonesia resmi bergabung sebagai anggota dewan perdamaian tersebut.

Keikutsertaan Indonesia diperkuat dengan penandatanganan komitmen yang disaksikan langsung oleh Donald Trump. Dalam pidatonya, Trump menyambut baik langkah tersebut dan menyebut momen itu sebagai hari yang membahagiakan setelah melalui persiapan panjang.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa keputusan Presiden Prabowo bergabung dalam Board of Peace dilandasi oleh kepentingan kemanusiaan, khususnya untuk mendorong percepatan perdamaian di Jalur Gaza.

Menurut Prasetyo, Presiden menilai tujuan utama dewan tersebut sejalan dengan komitmen Indonesia dalam mendukung upaya penyelesaian konflik dan perdamaian dunia.

Sumber: CNN Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *