Lombok Timur, Nusranews — Pemerintah pusat menargetkan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai sentra produksi bawang putih nasional dalam rangka mempercepat pencapaian swasembada pangan. Hal tersebut disampaikan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman saat melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Senin (09/02).
Dalam agenda tersebut, Menteri Pertanian didampingi Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal meninjau berbagai sarana pendukung pertanian, seperti lantai jemur bawang putih dan gudang benih milik UD Bayanaka. Keduanya juga ikut serta melakukan penanaman bawang putih bersama Kelompok Tani Pusuk Pujanta sebagai bentuk dukungan langsung kepada petani setempat.
Mentan menjelaskan, penunjukan NTB sebagai pusat produksi bawang putih nasional didasarkan pada kondisi geografis yang mendukung serta produktivitas kawasan Sembalun yang dinilai mampu berkontribusi besar dalam memenuhi kebutuhan bawang putih dalam negeri.
Selain komoditas bawang putih, pemerintah pusat juga mendorong NTB untuk berkembang sebagai sentra produksi jagung nasional. Menurut Mentan, potensi sumber daya alam serta kualitas sumber daya manusia di NTB sangat memadai untuk mendukung kebutuhan pakan ternak, baik untuk Pulau Jawa maupun pasar yang lebih luas.
“Insya Allah NTB bisa menyuplai pakan ke Pulau Jawa, bahkan tidak menutup kemungkinan ke negara lain,” ujar Amran.
Guna menjaga stabilitas harga hasil pertanian, pemerintah menawarkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai langkah strategis untuk menyerap hasil panen langsung dari petani. Program ini diharapkan mampu mengurangi fluktuasi harga serta menjaga pendapatan petani, khususnya saat masa panen raya.
Mentan juga menekankan pentingnya penguatan peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) agar lebih aktif dalam mendampingi petani, termasuk melalui pengembangan kebun percontohan di wilayah kerja masing-masing.
Pada kesempatan yang sama, Mentan menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, TNI, Polri, Kejaksaan, dan seluruh elemen masyarakat NTB atas dukungan terhadap program swasembada pangan nasional. Ia mengungkapkan bahwa target swasembada pangan yang semula diproyeksikan tercapai dalam empat tahun, berhasil diwujudkan hanya dalam satu tahun.
“Ini capaian luar biasa. Target empat tahun, Alhamdulillah bisa tercapai dalam satu tahun. Stok pangan nasional juga tertinggi sepanjang sejarah Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTB untuk mengawal penetapan tersebut secara berkelanjutan. Menurutnya, pembangunan sektor pangan tidak semata berorientasi pada produksi, tetapi mencakup penguatan ekosistem pangan secara menyeluruh.
“Kami ingin NTB tidak hanya menjadi tempat tanam, tetapi pusat ekosistem pangan, mulai dari benih, produksi, pascapanen hingga hilirisasi. Semua ini akan kami kawal dengan penguatan produksi, ketersediaan benih, pembiayaan petani, dan sinergi lintas sektor,” tegas Miq Iqbal.
Ia menambahkan, NTB siap berperan sebagai salah satu penyangga utama pangan nasional, khususnya untuk komoditas bawang putih dan jagung, dengan memastikan manfaat ekonomi dirasakan langsung oleh petani.
Melalui sinergi pemerintah pusat dan daerah, Pemprov NTB optimistis pengembangan komoditas bawang putih dan jagung dapat berjalan terintegrasi dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional serta mendorong pertumbuhan ekonomi pedesaan.
