Jakarta, Nusranews – Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menggelar pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, di kantor Kementerian Luar Negeri AS, Washington DC, pada Kamis (19/02).
Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Luar Negeri RI, Minggu (22/02), pertemuan berlangsung dalam suasana terbuka dan konstruktif. Agenda utama yang dibahas adalah penguatan Kemitraan Strategis Komprehensif antara Indonesia dan Amerika Serikat.
“Kami ingin memastikan kemitraan ekonomi Indonesia-Amerika Serikat semakin kuat, lebih seimbang, dan memberikan manfaat konkret bagi kedua negara,” ujar Sugiono.
Dalam pertemuan tersebut, kedua Menlu membicarakan sejumlah isu prioritas, meliputi kerja sama di bidang perdagangan dan investasi, pertahanan dan keamanan, energi, hingga perkembangan situasi kawasan dan global.
Di sektor ekonomi, pembahasan difokuskan pada upaya mempererat hubungan dagang yang lebih adil dan saling menguntungkan. Termasuk di dalamnya dorongan implementasi kesepakatan perdagangan resiprokal, khususnya pada sektor pertanian dan energi.
Selain isu bilateral, kedua pihak juga saling bertukar pandangan mengenai perkembangan situasi di Gaza, Palestina. Marco Rubio menyampaikan apresiasi atas keterlibatan aktif Indonesia dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian serta kontribusinya dalam mendukung stabilisasi dan rekonstruksi Gaza.
Menanggapi hal itu, Sugiono menegaskan peran penting Board of Peace dalam menjamin perlindungan warga sipil serta memastikan akses kemanusiaan tetap terbuka di Gaza. Ia juga menekankan bahwa setiap langkah stabilisasi harus tetap diarahkan pada terwujudnya perdamaian yang berkeadilan dan berkelanjutan.
“Upaya stabilisasi harus menjadi bagian dari jalan menuju perdamaian yang berkelanjutan melalui solusi dua negara,” kata Sugiono.
Kementerian Luar Negeri RI menyatakan bahwa pertemuan ini mencerminkan komitmen kuat kedua negara untuk terus memperkuat dialog strategis dan memperluas kolaborasi lintas sektor. Indonesia dan Amerika Serikat juga sepakat menjaga komunikasi yang erat agar kemitraan bilateral semakin solid, adaptif, dan relevan dalam menghadapi dinamika kawasan maupun global yang terus berkembang.
