Mataram, Nusranews — Sekretaris Daerah Kota Mataram, H. L. Alwan Basri, secara resmi membuka kegiatan Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Mataram Tahun 2027. Kegiatan tersebut digelar di Ruang Rapat Bappeda Kota Mataram, Kamis (12/02).
Forum ini dihadiri oleh perwakilan Komisi II DPRD Kota Mataram, Bappeda Provinsi Nusa Tenggara Barat, kalangan akademisi, para pemangku kepentingan, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kota Mataram.
Dalam sambutannya, Sekda yang akrab disapa Miq Alwan menegaskan pentingnya sinkronisasi antara program pembangunan daerah dengan kebijakan pemerintah provinsi dan pusat. Ia menyampaikan bahwa ke depan seluruh kepala perangkat daerah, sekretaris, kepala bidang, hingga perencana akan dilibatkan secara aktif untuk memperkuat kualitas perencanaan pembangunan tahun 2026 dan 2027.
“Selama ini program sering kali hanya copy paste. Ke depan kita tidak ingin lagi seperti itu. Kita ingin melihat secara detail rencana kerja 2027, apakah sudah selaras dengan RKPD dan visi misi Wali Kota, agar tidak mengerjakan hal yang sama,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa penyusunan rancangan pembangunan harus benar-benar menyesuaikan arah kebijakan pemerintah pusat dan provinsi. Hal ini penting karena terdapat sejumlah program nasional yang perlu diimplementasikan di daerah, seperti SPPG dari BGN, Koperasi Merah Putih, dan Kampung Nelayan Merah Putih.
“Kita ingin menyelaraskan semua program ini agar berkelanjutan. Perencanaan tidak hanya tentang hari ini dan besok, tetapi tahun demi tahun. Oleh karena itu RPJMD kita disusun untuk periode 2025–2029,” ujarnya.
Melalui forum konsultasi publik ini, Sekda berharap seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman dan pola pikir yang selaras dalam menyusun perencanaan pembangunan. Dengan demikian, program yang dirancang dapat terintegrasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah guna mewujudkan pembangunan Kota Mataram yang lebih terarah dan berkesinambungan.
