Jakarta, Nusranews – Penjaga gawang timnas Indonesia, Maarten Paes, bertekad memanfaatkan sisa musim untuk meyakinkan jajaran direksi Ajax bahwa dirinya layak menjadi pilihan utama dan bukan sekadar solusi jangka pendek di bawah mistar.
Situasi ini muncul seiring ketidakpastian masa depan Vitezslav Jaros yang dipinjam dari Liverpool. Masa peminjaman Jaros bersama Ajax Amsterdam akan berakhir pada akhir musim panas, terlebih ia harus mengakhiri musim lebih cepat akibat cedera. Dengan kondisi tersebut, Paes diperkirakan menjadi kandidat terdepan untuk mengisi posisi utama. Namun, tempatnya belum sepenuhnya aman untuk musim depan.
Ajax merekrut Paes pada bursa transfer musim dingin sebagai pengganti Remko Pasveer yang kembali ke Heracles Almelo. Meski kiper berusia 27 tahun itu tampil impresif saat menghadapi NEC Nijmegen, manajemen klub masih mempertimbangkan opsi lain untuk posisi penjaga gawang utama.
Media Belanda Algemeen Dagblad melaporkan bahwa direktur teknik Jordi Cruyff berencana mencari kiper anyar pada bursa transfer musim panas mendatang. Jika itu terjadi, salah satu dari dua kiper muda, Joeri Heerkens atau Paul Reverson, kemungkinan besar akan dipinjamkan demi mendapatkan jam terbang.
Paes mengaku sudah memperkirakan dinamika tersebut. Meski sadar persaingan akan semakin ketat, ia tetap optimistis dan siap berjuang mempertahankan posisinya.
Dalam wawancara bersama De Telegraaf, Paes menegaskan tekadnya:
“Saya harus memastikan manajer baru tidak mengabaikan saya. Apakah saya akan menerima kemungkinan ditempatkan di bangku cadangan? Versi diri saya yang lebih muda akan marah tentang itu, tetapi saya sudah jauh lebih tenang sejak saat itu.”
Ia juga menekankan loyalitasnya terhadap klub.
“Saya bermain untuk logo di dada dalam peran apa pun yang mereka inginkan. Logo Ajax lebih penting daripada nama belakang. Saya akan melakukan apa pun untuk itu.”
Tak hanya fokus pada performa di lapangan, Paes juga ingin memberi kontribusi secara menyeluruh bagi tim.
“Yang terpenting adalah saya ingin memberikan nilai tambah bagi Ajax baik di dalam maupun di luar lapangan, dan saya akan melakukan segala yang saya bisa untuk mencapai itu.”
Dengan rencana Cruyff mendatangkan penjaga gawang berkualitas tinggi, bursa transfer musim panas diprediksi menjadi periode sibuk bagi departemen pencari bakat Ajax. Kriteria kiper yang diincar kemungkinan besar akan menyesuaikan dengan karakter permainan khas Ajax yang mengutamakan distribusi bola dan kemampuan membangun serangan dari belakang.
Menjelang akhir musim, perhatian kini tertuju pada Paes. Laga tandang melawan PEC Zwolle akhir pekan ini menjadi peluang penting baginya untuk membuktikan kepada Cruyff dan dewan direksi bahwa ia layak mendapat kepercayaan lebih dari sekadar peran sementara.
