Hemat Energi, Muhaimin Ajak ASN WFH dan Kurangi Pemakaian Listrik

Jakarta, Nusranews – Pemerintah tengah mempertimbangkan sejumlah langkah penghematan anggaran menyusul meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah setelah serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Situasi geopolitik tersebut dikhawatirkan berdampak pada kenaikan harga energi global, termasuk bahan bakar minyak (BBM).

Salah satu opsi yang tengah dikaji adalah penerapan kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) sebagai langkah untuk menekan konsumsi BBM. Usulan tersebut disampaikan oleh Muhaimin Iskandar.

Menurut Muhaimin, kebijakan WFH dapat menjadi langkah antisipatif untuk mengurangi penggunaan BBM yang banyak terbuang akibat kemacetan lalu lintas di kota besar.

“Misalnya sedang dipelajari agar tidak terjadi kemacetan. Jakarta macet itu BBM yang terbuang, padahal BBM nanti akan (habis), perang kalau tidak segera berhenti akan naik harganya,” kata Muhaimin usai acara pelepasan Mudik Gratis di Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Minggu (15/03).

Ia menilai salah satu cara yang dapat ditempuh untuk menekan konsumsi bahan bakar adalah dengan membatasi aktivitas bekerja di kantor, khususnya bagi aparatur sipil negara.

“Nah, dengan cara apa? Dengan cara yang PNS WFH, membatasi yang bekerja,” ujar dia.

Meski demikian, Muhaimin menegaskan bahwa gagasan tersebut masih berupa usulan pribadi dan belum menjadi kebijakan resmi pemerintah. Ia menyebut usulan tersebut masih dalam tahap pembahasan di tingkat kementerian terkait.

“Tapi, ini hanya usulan saya. Usulan saya sebagai wujud pengurangan BBM,” kata dia.

Ia juga menjelaskan bahwa kajian terhadap gagasan tersebut sedang dilakukan oleh kementerian terkait, termasuk Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi yang membidangi pengelolaan aparatur sipil negara.

“Ya itu usulan pribadi saya, di tingkat Kementerian PAN-RB sedang dipelajari,” tutur Muhaimin.

Selain wacana WFH, Muhaimin yang akrab disapa Cak Imin juga mengajak masyarakat untuk mulai melakukan penghematan listrik sebagai bagian dari upaya efisiensi energi nasional.

“Hemat listrik, ini termasuk di DPP ini jangan lupa ini. Kurangi lampu, kurangi AC, semua efisiensi agar penggunaan bahan bakar tidak berlebihan,” kata Imin.

Ia menilai penggunaan pendingin ruangan secara berlebihan di berbagai kantor turut meningkatkan konsumsi energi secara signifikan.

“Jangan sok pakai AC di kantor-kantor, itu BBM semua yang itu impor semua,” ujar dia.

Muhaimin menambahkan bahwa tingginya konsumsi energi nasional berpotensi memperbesar beban subsidi pemerintah, yang pada akhirnya dapat memberikan tekanan tambahan terhadap anggaran negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *