Hadapi Ancaman Cuaca Ekstrem, Pemprov NTB Aktifkan Komando Terpadu hingga Akhir Januari

Mataram, Nusranews Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung pada 21 hingga 31 Januari 2026. Untuk mengantisipasi risiko banjir dan longsor, Pemprov NTB resmi mengaktifkan Komando Terpadu yang bertugas memantau wilayah-wilayah rawan di seluruh daerah.

Langkah ini diambil menyusul peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi lonjakan curah hujan secara signifikan dalam beberapa hari ke depan.

“Kita tidak menunggu bencana terjadi. Kesiapsiagaan dibangun sejak dini,” kata Juru Bicara Pemprov NTB, Ahsanul Khalik, mengutip rilis resmi Humas NTB.

Sejumlah Wilayah Masuk Zona Merah

Sejumlah kawasan kini masuk dalam kategori “Zona Merah” atau wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana hidrometeorologi. Di Pulau Lombok, daerah lereng Gunung Rinjani seperti Sembalun dan Bayan menjadi fokus utama pengawasan.

Sementara itu, di Pulau Sumbawa, wilayah Labuhan Badas, Pekat, hingga Tambora juga diminta meningkatkan kewaspadaan. BMKG memprediksi curah hujan di kawasan tersebut berpotensi melampaui 150 milimeter, yang dapat memicu banjir bandang maupun longsor.

Logistik, Alat Berat, hingga Pendampingan Petani

Sebagai bagian dari pengaktifan Komando Terpadu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Dinas Sosial telah menyiagakan logistik serta dapur umum yang beroperasi selama 24 jam. Langkah ini disiapkan untuk menjamin respons cepat apabila terjadi keadaan darurat.

Di sisi lain, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mulai menggeser alat berat ke jalur-jalur rawan longsor guna memastikan akses transportasi tetap terbuka dan tidak terputus.

Tak hanya itu, Dinas Pertanian juga turun langsung mendampingi para petani untuk mengantisipasi potensi gagal panen akibat cuaca ekstrem yang berkelanjutan.

Imbauan dan Layanan Darurat

Pemprov NTB mengimbau masyarakat agar tetap waspada tanpa panik. Warga diminta menghindari aktivitas di sekitar sungai, lereng bukit, maupun kawasan rawan lainnya saat hujan deras berlangsung.

Apabila membutuhkan bantuan darurat, masyarakat dapat menghubungi layanan berikut:

BPBD NTB: (0370) 646972

BPBD Kota Mataram: 0896-2045-5712

Basarnas: (0370) 633253

Pemerintah daerah menegaskan bahwa koordinasi lintas instansi akan terus diperkuat selama periode cuaca ekstrem guna meminimalkan risiko dan dampak bencana bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *