Ekonomi Sirkular Jawab Persoalan Sampah di Mandalika, Warga Desa Jadi Bagian Rantai Pariwisata

Lombok Tengah, Nusranews — Upaya penanganan persoalan sampah di Destinasi Super Prioritas Mandalika mulai menunjukkan hasil positif. Konsorsium Lombok Eco Kriya yang terdiri dari Plana, Timba, dan Wise Steps Foundation, dengan dukungan Instellar Impact, menggelar kegiatan diseminasi Program Ekosistem Pariwisata Hijau berbasis ekonomi sirkular di kawasan Tampah Hills, Selasa (20/1/2026).

Kegiatan tersebut menjadi wadah pertemuan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari masyarakat desa penyangga, pelaku industri pariwisata, pemerintah daerah, akademisi, hingga komunitas lingkungan. Forum ini bertujuan memperlihatkan secara langsung bagaimana pengelolaan sampah dapat diubah menjadi peluang ekonomi yang berkelanjutan.

Program ini merupakan bagian dari Catalyst Changemakers Ecosystem (CCE) 3.0 yang telah berjalan sejak Februari 2025. Melalui pendekatan ekonomi sirkular, inisiatif tersebut mendorong masyarakat agar tidak sekadar menjadi penonton dalam geliat pariwisata Mandalika, tetapi terlibat aktif dalam rantai pasok industri.

Salah satu capaian konkret dari program ini adalah peluncuran resmi Tusha.id, sebuah merek bisnis hijau berbasis komunitas yang memproduksi amenities hotel ramah lingkungan. Berbasis di Desa Bonder, Tusha memberdayakan warga lokal untuk mengolah sampah plastik dan material Planawood menjadi produk bernilai ekonomi.

Beragam produk berhasil dihasilkan, seperti tatakan gelas, gantungan kunci, tray, kotak tisu, hingga botol sampo dan perlengkapan hotel lainnya yang ramah lingkungan.

“Inisiatif ini membuktikan bahwa pengelolaan sampah yang tepat mampu menciptakan nilai ekonomi baru. Masyarakat desa penyangga kini terlibat langsung sebagai pemasok bagi industri pariwisata Mandalika,” ujar Ayu Masita, perwakilan Konsorsium Lombok Eco Kriya.

Produk-produk Tusha saat ini telah digunakan oleh sejumlah pelaku industri pariwisata yang berkomitmen pada prinsip keberlanjutan, di antaranya Nine-nine, Mandala Eco Villa, Innit Lombok, Holiday Resort Lombok, serta Tampah Hills.

Program ini diharapkan menjadi model pengelolaan sampah terpadu berbasis ekonomi sirkular yang dapat direplikasi di destinasi wisata lainnya di Indonesia.

Sumber: Radio Republik Indonesia (RRI) Online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *