Jakarta, Nusranews — Presiden RI Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmen Indonesia dalam menjalankan politik luar negeri bebas aktif dengan prinsip nonblok atau tidak berpihak kepada kekuatan mana pun, khususnya dalam merespons konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah.
Dalam dialog bersama jurnalis dan pakar yang dikutip dari tayangan Sekretariat Presiden, Prabowo menekankan bahwa Indonesia memilih untuk menjaga hubungan baik dengan semua pihak tanpa mencari kesalahan dari negara mana pun yang terlibat konflik.
“Makanya yang paling bener dengan segala hormat, ya kita hormati semua kekuatan dan kalau kita baik sama semua, kita mungkin bermanfaat,” kata Prabowo.
Menurutnya, sikap tersebut menjadi penting mengingat kompleksitas hubungan geopolitik di Timur Tengah, di mana negara-negara sahabat Indonesia memiliki posisi yang berbeda-beda dalam konflik yang sedang berlangsung.
Ia mencontohkan bahwa negara-negara di kawasan Teluk seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab merupakan mitra dekat Indonesia sekaligus sesama anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), namun memiliki sikap yang berseberangan dalam konflik tersebut.
“Katakanlah Arab Saudi, kemudian Uni Arab Emirat sahabat kita juga, sesama anggota OKI, sesama sahabat kita, mereka mendukung pihak yang berlawanan yang saling berperang,” tuturnya.
Di sisi lain, Indonesia juga tetap menjaga hubungan diplomatik yang baik dengan Iran. Kondisi ini dinilai membuka peluang bagi Indonesia untuk memainkan peran sebagai jembatan komunikasi atau mediator di tengah ketegangan yang terjadi.
“Kalau kita masih bisa diterima oleh Iran, tapi kita masih dipercaya oleh negara-negara Teluk, mungkin itu baik, kita bisa menjadi penengah, seberapa efektif saya tidak tahu,” ucapnya.
Lebih lanjut, Prabowo menegaskan bahwa arah kebijakan luar negeri Indonesia saat ini sudah berada pada jalur yang tepat, yakni dengan menempatkan kepentingan nasional sebagai prioritas utama di atas kepentingan geopolitik global.
“Saya berpendapat kita sudah dalam jalur yang benar bahwa kita mengutamakan di ujungnya, kepentingan nasional kita. Kita menurut saya sangat relevan, ke depan pun bahwa Kita harus tetap non-aligned, tetap nonblok. Kita tidak boleh terlibat dalam perang apa pun,” jelasnya.
Sikap ini mencerminkan konsistensi Indonesia dalam menjalankan prinsip bebas aktif, yakni tidak terikat pada blok kekuatan tertentu namun tetap aktif berkontribusi dalam menciptakan perdamaian dunia. Dengan posisi yang relatif netral dan hubungan yang luas dengan berbagai pihak, Indonesia dinilai memiliki peluang strategis untuk memainkan peran diplomatik yang lebih besar di tengah dinamika konflik global yang terus berkembang.
