Di Hadapan MUI, Prabowo Bicara Dana Umat dan Perang Melawan Korupsi

Jakarta, Nusranews – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan besarnya potensi dana umat yang bisa dihimpun apabila dikelola secara optimal dan profesional. Hal itu disampaikannya berdasarkan laporan yang ia terima dari Menteri Agama Nasaruddin Umar.

“Saya diberi laporan oleh Menteri Agama kalau dana umat semua dikelola dengan baik itu bisa jumlahnya itu minimal Rp 500 triliun satu tahun,” kata Prabowo saat memberikan taklimat dalam acara doa bersama dan pengukuhan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2025–2030 di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Sabtu (07/02).

Prabowo menyatakan dukungannya terhadap rencana pembentukan lembaga khusus pengelolaan dana umat. Ia berharap lembaga tersebut mampu mengelola potensi dana keagamaan secara maksimal untuk kepentingan masyarakat luas.

“Kalau tidak salah nanti akan dibentuk lembaga pengelolaan dana umat,” bebernya.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menekankan pentingnya persatuan antara ulama dan umarah sebagai fondasi utama kebangkitan Indonesia. Ia berharap para ulama dapat terus memberikan dukungan terhadap berbagai program strategis pemerintah, termasuk agenda pemberantasan korupsi.

“Kita harus menjaga republik ini. Kita harus menjaga kekayaan bangsa kita. Kita harus berani memberantas korupsi dari bumi Indonesia,” beber Prabowo.

Ia mengakui bahwa upaya tersebut bukan perkara mudah. Menurutnya, setiap langkah pemerintah dalam memperkuat penegakan hukum kerap mendapat perlawanan dari pihak-pihak yang merasa terancam.

“Tiap kali kita mau berantas, tiap kali kita mau mendekatkan hukuman, kita mau mendekatkan keadilan, kita mau mendekatkan hukum, tiap kali kelompok koruptor, garong-garong ini menyerang balik,” jelasnya.

Prabowo menilai kelompok koruptor tidak menginginkan Indonesia menjadi negara yang bersih. Namun demikian, ia menegaskan tidak akan surut karena telah menerima mandat langsung dari rakyat.

“Saya telah disumpah di hadapan rakyat, saya disumpah untuk menegakkan hukum, untuk menegakkan Undang-Undang Dasar kita, untuk menegakkan segala perundang-undangan. Karena itu, saya tidak akan ragu-ragu, saya tidak akan mundur,” tutur dia.

Di akhir sambutannya, Prabowo menyampaikan apresiasi kepada MUI atas dukungan moral yang diberikan. Ia mengaku dukungan tersebut menambah keyakinannya dalam menjalankan agenda penegakan hukum.

“Dan hari ini, terima kasih. Terima kasih Majelis Ulama Indonesia telah memberi kepada saya suntikan keberanian. Dan saya menjadi lebih berani, lebih yakin bahwa ulama umarah bersatu, kita akan menegakkan keadilan di bumi Indonesia ini,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *